Rabu, 21 Juni 2017

Surat Rindu Untuk Adikku


Hidup itu bukan hanya 
Aku dan perasaanku
Ada anak, suami ,orangtua, saudara
Ada pelukan, canda, tawa
Ada marah, sedih, luka


Kita jiwa yang berbeda
Kita memiliki rasa berbeda
Keinginanpun berbeda
Kita tak mungkin selalu satu arah
Walau tujuan kita sama
SUMBER : lifestyle.okezone.com

Kadang dekat belum tentu rekat
Kadang jauh belum tentu musuh
Kadang untuk rindu kita harus jauh
Kadang untuk pelukan kita harus gesekan

Selalu bergesekan tentu tidaklah baik
Selalu berpelukan pun tidak menjadi lebih baik
Bukankah pisau untuk menjadi tajam perlu diasah
Begitupun dalam hidup

Semoga jauh cepat berbuah rindu
Semoga gesekan cepat menjadi pelukan
Dan berakhir dengan senyuman

Berubah Menuju Lebih Baik
SUMBER : Koleksi Pribadi


Apa aku harus bertahan atas suatu keadaan 
atau bergerak
Bergerak menghindarinya?
tau bergerak menyelesaikannya?

Semua tidak akan berubah hanya dengan bersabar saja
Semua tidak akan berubah hanya dengan menantinya saja

Bukan kah bumi ini bergerak?

Jika aku harus berhenti dan merenung saja
Apa semua menjadi lebih baik?
Ooo tidak!
Allah tidak akan merubah suatu kaum
Sampai kaum tersebut merubah dirinya

Buang jauh masa lalu
Raih apa yang ada
Buat apa mengejar yang tidak bisa dikejar
Buat apa menggapai yang tidak bisa digapai
Ambil dan nikmati yang telah Allah kasih
Perjuangkan kan yang ada saja

Buat apa mengkhayal 
Jika dulu begini
Jika dulu begitu
Apakah khayalan dapat menjadi nyata?
Buat apa memeluk gunung
Jika tangan tak sampai







Harapan Kami Ada di Pundakmu
SUMBER : Koleksi Pribadi


Tak terasa 6 tahun sudah kau menemani hari-hari kami
Kau hadir di saat kami sangat merindukan hadirnya dirimu
Kau buah cinta kami
Kau penyejuk hati kami

Anakku sayang 
Seluruh harapan dan cita kami ada padamu
Langkahkan kakimu dengan riang menuju masa depan yang cemerlang

Jangan ada sedih ya sayang
Tak ingin tangis itu membasahi pipimu
Karena setiap tangismu adalah penderitaan terbesar kami
Setiap kebahagiaanmu adalah karunia terbesar kami

Berjalanlah dengan memegang teguh agamamu 
Jangan pernah goyah ya sayang 
Apalagi salah langkah
Biar dunia merayumu dengan buaian yang begitu indah
Jangan pernah dirimu lengah
Nyatanya ini hanyalah sementara
Rayuannya hanya membuatmu sesat dan nista

Hiraukan semua rayuan menyesatkan itu
Berjalan lah lurus dengan memegang dua pedoman 
Ilmu dan agama
Niscaya hidupmu bahagia 
Aamiin

Rabu, 03 Mei 2017

Aku dan Takdirku

Banyak hal yang sudah saya alami dalam hidup membuat saya bangga menjadi perempuan. Saya hidup di lingkungan keluarga yang cukup ketat dalam urusan agama. Dulu saya sering ngeluh, bahkan kadang ingin pergi dari rumah untuk atas nama kebebasan. Kebebasan yang ingin juga saya rasakan selayaknya anak seusia saya pada waktu itu. Sebagai remaja saya ingin juga dong main ke rumah teman, punya sahabat karib, atau mungkin pacaran. Sebenarnya bapak dan ibuk gak pernah sedikitpun membentak, memarahi, apalagi memukul. Mereka berdua hanya memberikan kami nasehat tentang batas-batas dalam pergaulan. Itu sudah membuat kami bertiga takut dan mematuhinya. Walau saya sendiri ingin juga sih sedikit nakal pada waktu itu. 

Sering terlintas dalam pikiran untuk pergi dari rumah tapi cinta dan sayangku pada mereka mengalahkannya. Namun kini ketika sudah dewasa dan berkeluarga, saya baru mengerti perasaan orangtua saya pada waktu itu. Bahwa apapun yang mereka lakukan untuk kami tak lain untuk kebaikan dan masa depan kami lebih baik.  Apa jadinya kami jika tanpa aturan. Apalagi saya anak perempuan. Tidak bisa dipungkiri walau persamaan hak telah lama kita dapat, perempuan dan laki-laki tetap berbeda. Mereka mempunyai keistimewaan dan peran masing-masing sesuai kodratnya. Karena masyarakat kita masih beranggapan bahwa martabat orangtua tergantung pada anak perempuannya. Apalagi kalau sudah gadis. Anak gadis selalu jadi pusat perhatian semua mata dengan beribu maksud. Maksud ingin memata-matai kita. Maksud ingin menggoda. Atau maksud lainnya. Jika gak tahan goda terjerumus lah kita. Dan menyesal datangnya pasti belakangan. Alhamdulillah berkat didikan orangtua, saya berhasil melewati masa-masa remaja dengan hal-hal positif. Walau kadang pengen juga sih agak nakal sedikit tapi alhamdulillah bisa mengendalikan.

Sumber : Koleksi Pribadi
Kini saya sudah menikah. Tak terasa pernikahan kami sudah menginjak tahun kesembilan. Kami juga sudah dikaruniai dua jagoan. Tentunya aral merintang silih berganti tapi kami berdua berhasil melewati. Selama sembilan tahun pernikahan tentunya banyak pelajaran hidup saya dapatkan. Peran yang bertambah itu pasti. Yang sebelumnya hidup saya hanya untuk belajar dan orangtua, kini beralih untuk suami dan anak. Walau membahagiakan orangtua tetep jadi tujuan sih, tapi tanggungjawabku kepada suami dan anak sekarang jadi prioritas. 

Perjalanan hidup selama pernikahan membuat saya mengerti betapa besar pengorbanan ibuk terhadap kami bertiga. Pengorbanan ibuk demi kehagiaan dan masa depan kami. Kadang nyesel banget jika dulu sering uring-uringan dan suka memberontak. Sekarang saya baru sadar bahwa apapun yang mereka lakukan untuk kami anaknya hanyalah untuk kebaikan kami saja. Walau mungkin ada salah-salah dikit itu wajar wong manusia. Bagaimanapun cara didik mereka tapi nyatanya banyak efek positif yang bisa saya rasakan. Saya yang dahulu seorang anak kini juga seorang ibu. Semua perjalanan selama menjadi anak adalah modal besar saya dalam mendidik dua anak saya, Muhammad Nazhif Kayyisa Wafi dan Muhammmad Hilmi Haidar Al-faruq, kebanggan saya.

Salah satunya keputusan saya untuk risen mengajar. Setelah 8 tahun saya geluti bidang ini. Keputusan saya sangat disayangkan orangtua tapi saya tak ingin menyia-nyiakan masa kecil anak kami. Saya ingin anak kami bisa merasakan lembutnya kasih ibu yang dulu kurang saya rasakan. Bukan berarti ibu saya ibu yang buruk. Sungguh ia contoh ibu terbaik bagi saya. Tapi ada beberapa pengalaman masa kecil yang membuat saya seperti ini. Toh banyak hal yang bisa saya lakukan di rumah. Contohnya saja dengan saya menulis. Dengan menulis saya tetap bisa berbagi ilmu dan berteman. Saya ingin menekan ego saya untuk tidak berpendar seorang diri. Saya yang sekarang lebih bangga melihat suami dan anak sukses daripada saya sibuk menggpai angan seorang diri. Semoga saya besok juga tetep dengan pendirian sama.
"Di balik sukses seorang tokoh, tersembunyi peran dua perempuan yang amat menentukan, yaitu ibu dan isteri" #Petikan pidato BJ Habibie pada saat Penganugerahan Gelar Doctor Honoris Causa dalam bidang Filsafat Teknologi dari ... peran dua perempuan yang amat menentukan, yaitu ibu dan isteri
Feminisme, Antara Kesetaraan dan Kebablasan 

Mungkin banyak perempuan Indonesia yang bernasib sama seperti saya. Mungkin ada yang merasa kebebasannya telah direnggut oleh agama dan adat di masyarakat. Tak bisa begini tak bisa begitu. Merasa perempuan dibedakan dengan kaum lelaki. Merasa perempuan selalu dinomor duakan dan selau kedudukannya selalu dibawah laki-laki. Berbagai usaha telah perempuan lakukan demi meraih kesetaraaan yang mereka inginkan. Salah satunya adalah perjuangan Kartini dalam usahanya mendapatkan kesetaraan dengan laki-laki dalammm hal pendidikan.

Dia adalah perempuan istimewa pada zamannya yang sangat peduli dengan sesamanya. Dimana pada saat itu banyak perempuan diperlakukan kurang menyenangkan di masyarakat karena terlahir sebagai perempuan salah satunya dalam hal pendidikan. masyarakat pada zaman Kartini beranggapan bahwa perempuan tidak perlu mencari ilmu terlalu tinggi karena ujung-ujungnya hanya berkutat pada dapur, sumur dan kasur. Alhasil perempuan Indonesia banyak yang buta huruf. Itulah yang mendorong Kartini untuk membuat sekolah kecil khusus perempuan dan menuangkan ide dan keluh kesahnya dalam mengangkat derajat kaumnya.

Jadi  pantas kiranya jika Kartini disebut sebagai salah satu pelopor gerakan feminisme di Indonesia. apa itu feminisme? Gerakan feminisme adalah suatu gerakan perempuan dalam memperoleh kesetaraan politik,  sosial dan pendidikan antara kaum perempuan dan laki-laki. Namun sayang seiring berkembangnya zaman, gerakan feminis yang dipopulerkan oleh Charles Fouries ini tak lagi sesuai dengan tujuan pertamanya. Gerakan-gerakan feminis yang dibentuk perempuan pada zaman sekarang telah sangat melenceng dari ideologi awal yang menuntut kesetaraan, justru pada kenyataannya mencari kekuasaan dan kebebasan yang di luar batas.

Ada beberapa contoh gerakan-gerakan feminis dunia yang terbukti melenceng dari tujuan pertamanya. Contohnya saja gerakan feminis yang pernah terjadi di Indonesia yang sangat kontroversial. Diantaranya hak mengeksplotasi tubuh secara bebas dan adanya tuntutan pembebasan perempuan dari ketidak adilan hukum fikih. Mereka berusaha mengkritisi berbagai masalah fikih yang dianggap merugikan atau tidak adil terhadap perempuan, yang menimbulkan pertanyaan-pertanyaan naïf seperti: Apakah perempuan wajib berjilbab? Mengapa perempuan hak warisnya setengah? Mengapa perempuan tidak boleh menikahkan diri sendiri? serta Mengapa perempuan tidak layak menjadi imam dalam beribadah dengan laki-laki?

Selain di Indonesia, di Australia juga terjadi hal yang sama. Ada anak remaja perempuan berusia 14 tahun menginginkan dan akan bertukar pasangan tiga kali silih berganti dalam sehari tanpa ada yang tahu satu sama lain. Sebab anak perempuan itu berpikir bahwa pria bisa berganti-ganti pasangan seenaknya, mengapa perempuan tidak?

Tidak hanya itu, dewasa ini bahkan ada gerakan feminisme bertelanjang dada dan gerakan pembakaran bra. Ironisnya, telah terjadi kesalahpahaman arti feminisme yang dilakukan oleh wanita itu sendiri. Adanya pemahaman kesetaraan gender yang keliru bahkan meleset jauh dari arti sesungguhnya yang tanpa mereka sadari menjatuhkan harga diri mereka sendiri dan tentunya sangat berdampak negatif bagi kehidupan sosial mereka.

Berbagai gerakan-gerakan feminis tersebut menurut saya sudah sangat berlebihan. Karena mereka tak lagi menginginkan kesetaraan saja namun juga kebabasan yang diluar batas. Gerakan-gerakan itu Cuma sebagai kedok untuk memuluskan jalan mereka untuk mengakali hukum dan peraturan agar sesuai dengan kehendak mereka. Padahal hidup dalam hidup harus memiliki aturan dan etika. Dan antara perempuan dan laki-laki sejatinya memang berbeda. Dua-duanya memiliki tugas dan peran masing-masing yang sama istimewanya. Dan jika mereka mengerti perempuan memiliki tugas yang sangat mulia yang tidak bisa didapat oleh seorang laki-laki. Yaitu menciptakan generasi-generasi unggul dengan tangannya. Jadi apapun pekerjaan dan sehebat apapun perempuan di luar sana selayaknya tidak meninggalkan tugas dan tanggungjawabnya sebagai ibu rumah tangga.

Dra. Khofifah Indar Parawansa adalah Inspirasiku
SUMBER : louvrefoto.com
Siapa yang tak mengenal Dra. Khofifah Indar Parawansa? Dia adalah sosok muslimah dengan segudang prestasi. Bayangkan sebelum menjadi Menteri Sosial di (Kabinet Pemerintahan) Presiden Jokowi beliau sudah pernah menjabat beragam jabatan di pemerintahan. Diantaranya, DPR dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ( 1992 - 1997 ), Pimpinan Komisi VIII DPR RI Komisi VIII dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), DPR dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ( 1997 - 1999 ), Anggota Komisi II DPR RI Komisi II dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), DPR dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) ( 1999 - 2004 ), DPR dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) ( 2004 - 2009 ), Ketua Komisi VI dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), Anggota Komisi VII dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) ( 2006 - 2007 ), Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Kabinet Abdurrahman Wahid ( 1999 - 2000 ), Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Kabinet Abdurrahman Wahid ( 2000 - 2001 ).

Dan yang membuat saya sangat mengidolakannya beliau adalah sosok muslimah berhijab yang sungguh insiparatif bagi kaumnya. Beliau adalah sosok yang tegas, tangguh dan tak pantang menyerah. Siapa sangka Menteri Sosial di (Kabinet Pemerintahan) Presiden Jokowi ini, berasal dari keluarga yang sederhana. Orangtua beliau hanya seorang penjual es lilin saja. Dan ibu khofifah kecil biasa membantu orangtuanya berjualan juga. Selain itu, beliau juga tak pernah melupakan perannya sebagai seorang ibu dari empat orang anaknya. Walaupun harus curi-curi waktu beliau selalu menyempatkan untuk kualititime dengan anak-anaknya. Diantaranya berbelanja kebutuhan belanja bulanan bersama anak-anaknya atau hanya sekedar merawat kelinci peliharaan depan rumah. Dan selalu memantau anaknya via telpon ketika sedang melakukan tugasnya.

Beginilah seorang ibu seharusnya. Bagaimanapun perannya di masyarakat. Setinggi apapun jabatannya, selayaknya seorang ibu atau seorang istri tidak melupakan tugas dan tanggung jawabnya dalam keluarga.

Sabtu, 22 April 2017

SUMBER : Koleksi Pribadi
Hari ini hari apa hayo? Hari minggu 23 April 2017... Iya tapi hari ini memperingati hari apa, ada yang tahu gak? Mungkin sebagian besar kita kurang tahu ya... Kok orangtua seperti kita, para pelajar pun belum tentu tahu. Karena yang paling menancap di otak kita bulan April identik dengan peringatan Hari Kartini. Tapi tahukah anda berselang dua hari setelahnya ada Hari Buku Sedunia? Belum tahu ya. Ini penting tak penting sih! Karena menurut saya, perayaan atau hari jadi itu boleh dan baik dilakukan. Tapi yang penting dari pada itu adalah implementasi dalam keseharian. Itu artinya hari buku itu baik sekali kita rayakan sebagai pengingat pentingnya buku sebagai sumber ilmu dan jendela dunia. Tapi harapan setelahnya saya ingin hari buku tidaklah sekedar ceremonial belaka. Tapi lebih menyenangi dan mencintai buku sebagai sumber informasi.
Yuk Cari Tahu Sejarah Hari Buku Sedunia!
UNESCO menetapkan tanggal 23 April 2017 sebagai World Book Day dan Copy Right Day sebagai cara untuk mempromosikan peran membaca, penerbitan, dan hak cipta. Ide hari buku ini digagas oleh penulis Valencia bernama Vicente Clavel Andrés pada tahun 1923. Sebagai cara untuk menghargai seorang penulis bernama Miguel de Cervantes yang meninggal pada tanggal tersebut. Sejak tahun itu, Hari Buku mulai dirayakan di kawasan Valencia dengan beragam event salah satunya pada event tukar buku dengan mawar. Hal ini, digalakkan untuk meningkat minat baca untuk para pemuda dan pemudi pada waktu itu. Dimana seorang laki-laki akan memberikan setangkai mawar pada seorang perempuan. Kemudian si perempuan akan menukarnya dengan buku.  Perayaan Hari Buku ini terus berlangsung sampai ditetapkannya Hari Buku Sedunia pada tanggal 1995 Lembaga United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO)   atas dasar tradisi tersebut.
Setelah penetapan Hari Buku Sedunia dari UNESCO,  berbagai belahan dunia merayakan dengan cara yang beragam. Contohnya saja di Meksiko mengadakan pembacaan buku bersama sama selama 12 jam berturut-turut. Adalagi penyelenggaraan kontes buku terbaik yang diadakan di swedia. Lain lagi di Madagaskar dan Afrika, dua negara tersebut merayakan Hari Buku Sedunia dengan melakukan kegiatan bertema pendidikan dan hak cipta. Sementara di Indonesia peringatan sendiri Hari Buku Sedunia mulai dirayakan pada tahun 2006. Penggagasnya organisasi kemasyarakatan yang berkonsentrasi pada aktivitas leteratur yaitu FIM( Forum Indonesia Membaca). Demikianlah sejarah lahirnya Hari Buku Sedunia dan berbagai perayaan untuk memperingatinya.
Tapi Mengapa Minat Baca Masyarakat indonesia Tetap Rendah?
SUMBER : Koleksi Pribadi
Namun sayang beragam event dunia maupun pemerintah tak membuat minat baca masyarakat indonesia menjadi tinggi. Sebagai mana kita tahu selain Hari Buku Sedunia yang di tetapkan UNESCO, Indonesia pun punya beragam event untuk meningkatkan minat baca masyarakatnya. Diantaranya yang kita dua hari lalu kita rayakan, yaitu Hari Kartini. Menurut saya peringatan Hari Kartini bukan hanya peranyaan sebagai simbol kebebasan kaum perempuan lho! Tapi lebih dari itu Perayaan Hari Kartini juga syarat akan nilai pendidikan dan minat baca. Selain itu,Indonesia juga mempunyai Hari Buku Nasional, hari buku ini dirayakan setiap tanggal 17 Mei. Bukankah semua event tersebut untuk menumbuhkan minat baca kita?
Tapi berbagai event tersebut nyatanya kurang efektif dalam meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia. Ini terbukti dari hasil rilis survei okezone.com terhadap minat baca yang dilakukan oleh UNESCO di 61 negara termasuk Indonesia. Berdasarkan survei, persentase minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001% atau menduduki peringkat terbawah dari 61 negara yang mengikuti survei.. Saya ulangi 61 negara yang mengikuti survei.. Ah bagaimana Indonesia bisa maju jika minat baca sungguh rendah.    Sebagaimana kita tahu tidak mungkin suatu negara menjadi maju dan unggul  tanpa sumber daya manusia yang berkualitas pula. Sedangkan kualitas sumber daya manusia salah satunya karena pengetahuan. Dan pengetahuan salah satunya kita peroleh melalui membaca. Hal ini perlu kita teliti kembali. Namun menurut saya, minat baca masyarakat kita rendah dipengaruhi beragam faktor diantaranya, karena kurangnya fasilitas membaca. Hal ini bisa kita lihat dari kurangnya fasilitas perpustakaan dan jika ada kurang up to date sehingga kurang diminati. Banyak hiburan bertebaran di sekitar kita sehingga perhatian kita teralihkan misalnya saja game online, tayangan tv, sosmed dll. Dan pengaruh terbesarnya adalah karena keluarga, utamanya kita sebagai orangtua kurang atau bahkan tidak mengajarkan minat baca pada anak karena mungkin sibuk bekerja.  
Bagaimana Menumbuhkan Minat Baca Anak?
Keluarga adalah tonggak utama manusia mendapatkan pendidikan. Jadi pengaruh besar minat baca yang notabene telah kita bahas tadi salah satu penentu SDM yang unggul  tonggak utamanya berarti ya.. keluarga. Maka dari itu, kita sebagai orangtua wajib berusaha untuk menumbuhkan minat baca anak kita. Kita tentu senang bukan jika nak kita mempunyai minat baca yang tinggi? Anak tidak usah disuruh-suruh baca tapi malah justru merengek di belikan buku bacaan. Sungguh menyenangkan bukan jika itu terjadi pada anak kita? Maka dari tu, mari kita simak cara-cara berikut ini:
SUMBER : Koleksi Pribadi
  1. Buatlah perpustakaan kecil di salah satu sudut rumah. Tidak harus ruang perpustakaan lho ya... anda bisa menempatkan meja disalah satu sudut ruangan anda yang berisi beragam buku koleksi anda sekeluarga.
  2. Buat jadwal membaca buku bersama keluarga. Dalam seminggu usahakan anak diajak membaca buku bersama. Jika mungkin anak belum bisa membaca, berarti bunda yang harus membacakan cerita anak.
  3. Ajak anak membaca dongeng atau cerpen lain setiap malam. Jika anak belum bisa membaca bacakan ceritanya. Dan jangan malu untuk meniru suara tokoh-tokoh dalam cerita yang membuat anak lebih antusian mendengarkan
  4.  Belikan anak buku-buku bergambar dan penuh warna agar anak lebih antusias membaca
  5. Jika anak belum mahir membaca, motivasi anak untuk belajar membaca. Mungkin dengan banyak memberinya pujian dan hadiah agar anak lebih termotivasi untuk belajar membaca
  6. Suatu saat Ciptakan suasana berbeda moment membaca pada anak.  Mungkin dengan mengajak anak anda ke perpustkaan anak. Karena di perpustaakan akan lebih banyak judul ke timbang di rumah. Selain itu di perpustakaan anak akan menemukan teman baca baru selain keluarga. Atau mungkin ajak anak membaca di taman. Hal ini juga membuat suasana baru sehingga anak lebih giat membaca
  7. Sesekali beri pelukan ketika mengajak anak membaca. Karena hal ini dapat membuatnya nyaman
  8. Beri pertanyaan pada anak terkait buku yang dibaca dan ajak anak untuk mencari hikmah  dan hubungan isi buku dengan kehidupan sehari-hari
  9. Berikan penghargaan pada anak bisa berupa pujian dan hadiah
  10. Gunakan e-book. Selain buku sesekali gunakan buku elektronik untuk menarik perhatian membaca anak. Jika mungkin anak gemar game dan lain-lain, maka e-book mungkin cara yang tepat menumbuhkan minat baca anak
Demikianlah beberapa cara menumbuhkan minat baca anak. Semoga dapat memberikan manfaat bagi anda sekeluarga. Dan minat baca anak menjadi lebih baik. Selamat Hari Buku Sedunia!!! :)

Kamis, 20 April 2017

SUMBER: kompasiana.com
Biasanya setiap tanggal 21 april kita bangsa Indonesia selalu memperingati hari kartini. Siapa tak kenal Kartini, sosok wanita di masa penjajah yang berani menyuarakan pikiran-pikiran nya. Sehingga membawa spirit kemajuan untuk merubah masa depan. Dengan pikiran-pikirannya, Kartini membuka cakrawala bangsa bahwa wanita pun juga bisa jika kesempatan itu ada. Dan sudah selayaknya kita berterima kasih padanya. Karena berkatnya, kita tak lagi terkukung pada kasur, sumur dan dapur saja. Wanita sekarang sudah diberi hak yang sama dengan laki-laki. Sudah banyak pula wanita yang memegang jabatan penting yang dulu tabu untuknya. Bahkan kita semua tahu bahwa presiden kita yang ke-5  adalah seorang wanita. Beliau adalah ibu Megawati Soekarnoputri. Begitulah bangsa ini sudah sangat menghargai peran wanita dalam berbagai bidang pekerjaan dan keahlian.
Tapi kebebasan dan penghargaan jangan membuat kita lupa akan kodrat kita. Bagaimanapun kedudukan wanita diluar sana, selayaknya ia tetap menganggap suami imam dalam rumah tangganya. Selayaknya keluarga dan anak tetap jadi prioritasnya. Terlebih lagi tak melupakan kewajiban utamanya dalam keluarga. Yaitu mendampingi suami dan mengurus keluarga. Itu adalah tugas utama seorang wanita. 
Sungguh hebat wanita yang bisa sukses diluar sana tanpa mengganggu perannya dalam rumah tangga. Yang bisa menyeimbangkan perannya dalam karier dan tugas sebagai ibu rumah tangga. Tapi bagi saya, wanita terhebat adalah wanita yang sanggup dan rela mengorbankan seluruh ambisi dan cita-cita hanya untuk keluarga. Karena keluarga adalah prioritas hidupnya, kesuksesan suami adalah kebanggannya. Keberhasilan anak adalah dambaannya. Yang rela mengekang keegoisan dalam diri untuk maju seorang diri. Karena wanita yang istimewa adalah wanita yang menggandeng tangan suaminya dan anaknya menuju kesuksesan. Bukan berjalan seorang diri dengan senyum angkuhnya sementara suami berjalan di belakang membawa tas jinjingnya. Wanita seperti itulah wanita yang menjadi pusat gravitasi dunia.
SUMBER : psikologiunik.info 
Gravitasi merupakan salah satu energi terbesar alam semesta. Walau tak tampak secara kasat mata, kekuatan gravitasi berhasil menarik seluruh benda ke dalam pusat bumi. Dan menjadi tumpuan kehidupan dunia. Seperti itulah kekuatan wanita dalam mengubah dunia. Kekuatan yang kasat mata berpendar lewat orang di sekelilingnya. Bukan lewat dirinya. Kehebatannya sungguh tak terlihat karena dia tidak membuat dirinya hebat. Tapi menghebatkan orang sekelilingnya. Dengan kelembutannya, wanita mampu menarik perhatian seluruh manusia lewat orang-orang terdekatnya. Orang-orang terdekatnya hebat karena andilnya. Ini mungkin terdengar berlebihan. Tapi coba anda simak penjelasan berikut:
Wanita Mampu Menjadi Gravitasi Dunia Lewat Anak-anaknya
Keluarga adalah pemberi pengaruh pertama pada anak manusia.  Lingkungan Keluarga merupakan ranah dasar yang sangat menentukan kehidupan anak di masa selanjutnya. Sebab sebelum terjun ke lingkungan yang lebih luas, seorang anak mesti mendapat pendidikan dasar di lingkungan keluarganya. Dari mulai anak dalam kandungan sampai mengijak dewasa nanti, orangtua khususnya ibu memiliki peran sentral dalam menentukan karakter pribadi anak. Karena selain guru utama di rumah adalah ibu, Kebiasaan dan pola tindakan seorang ibu pun akan menjadi model perilaku dan kepribadian anak nantinya. Walau ayah juga berperan penting. Namun biasanya sang ayah cuma berperan mengokohkan apa yang telah dibentuk ibu. Begitulah peran besar seorang ibu dalam menentukan kerakter anak.
Jadi tidak bisa kita pungkiri lagi bahwa ibu adalah penentu keberhasilan anak. Karena karakter seseorang adalah salah satu modal dalam penentu keberhasilan dalam mewujudkan citi-cita seorang anak. Jadi jika anak menjadi seorang yang mampu memberikan manfaat untuk sesama bahkan untuk dunia. Maka wanita bisa menjadi gravitasi dunia lewat anak-anaknya.
Banyak tokoh dunia yang sukses berkat peran ibu dibelakangnya. Diantaranya Thomas Alva Edison. Ia adalah salah satu tokoh terkemuka yang berhasil menorehkan namanya dalam sejarah dunia berkat penemuannya yang berupa lampu pijar. Padahal pada usia 7 tahun ia dikeluarkan dari sekolahnya karena dianggap bodoh oleh gurunya. Tapi berkat kegigihan ibunya 'Nancy', Thomas kecil berhasil menggapai impiannya dan kini menjadi tokoh besar dunia.
Bagi penggemar fotografi, nama Ansel Easton Adams tentu sudah tidak asing lagi. Adams kecil yang terpaksa harus belajar di rumah (home schooling). Karena terlalu hiperaktif hingga membuat gaduh sekolah dan menghina gurunya ini sukses menjadi seorang fotografer berbakat dan terkenal. Keberhasilan berhasil diraihnya. Salah satu nya, berkat peran sang bibi Adam (Mary) yang memberikan pendidikan pada Adams. Sampai ia bisa masuk kembali di pendidikan formal dan dapat menjadi tokoh besar dunia. Inilah tokoh-tokoh yang sukses berkat dukungan seorang ibu dibelakangnya.
Wanita Mampu Menjadi Gravitasi Dunia Lewat Pasangan Hidupnya
"There always the tough woman behind a great man", selalu ada wanita tangguh dibalik kehebatan seorang pria. Tidak hanya tangguh dalam mendampingi bahtera rumah tangga namun juga tangguh dalam mendukung kenerja suami. Tangguh di setiap situasi dan kondisi apapun. Siap menjadi motivator jika suami jatuh dan terpuruk. Siap menghibur jika suami jenuh dalam rutinitas kerja. Siap menjadi teman diskusi yang baik jika suami meminta pendapatnya. Senantiasa sabar dan penuh keteguhan dalam mendampingi suaminya. Sehingga ia mampu memberikan energi positif untuk sang suami untuk terus maju dalam melewati setiap tantangan dalam perjuangan karirnya.
Banyak contoh wanita-wanita tangguh yang mampu mendukung suaminya hingga sukses di mata dunia . Diantaranya Inggit Garnasih. Ia adalah wanita yang menjadi istri kedua presiden Soekarno. Inggit adalah sosok wanita sederhana yang rela mendampingi Soekarno bahkan dalam kondisi yang paling sulit dan penuh tekanan. Demi meraih cita-cita mulia yaitu memerdekakan Indonesia. Selanjutanya Priscilla Chan adalah istri dari pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Siapa yang tak kenal dengan perempuan sederhana ini. Kesuksesan Mark Zuckerberg juga tidak jauh dari peran Priscilla dalam hidupnya. Sejak masih sekolah hingga akhirnya mereka menikah dan memiliki anak, Priscilla tidak pernah berhenti mendukungnya.  Selain itu, Lucia Topolansky Saavedra adalah istri dari presiden Uruguay, Jose Mujica. Jose Mujica dikenal sebagai presiden termiskin di dunia. Ia adalah sosok wanita sederhana yang tidak memikirkan sisi materialistik. Berdua dengan suaminya, mereka rela tinggal dengan sederhana dan apa adanya di rumah peternakan yang mereka kelola sendiri. Dan masih banyak lagi istri-istri yang mampu menjadi pendukung kesuksesan suami hingga sukses di mata dunia.
Perluas Daya Gravitasi Anda dengan Luna Smartphone
SUMBER: hariangadget.com
Jadi untuk gravitasi dunia, wanita tidak harus menjadi hebat. Ia cukup menghebatkan orang sekelilingnya. Dengan kelembutannya wanita mampu menarik perhatian seluruh manusia lewat orang-orang terdekatnya. Orang-orang terdekatnya hebat karena andilnya. Membicarakan soal wanita saya jadi teringat dengan Smartphone andalan kita semua yaitu Luna Smartphone. Karena Wanita dan Luna Smartphone memiliki satu kesamaaan. Keduanya sama-sama menjadi gravitasi untuk kemajuan dunia. Sama hal dengan sosok wanita dalam hidup anda Luna Smartphone juga bisa mendukung kinerja anda.
Kameranya yang setara dengan iPhone 6, smartphone ini bisa saja menjadi media untuk memperluas daya gravitasi Anda, baik untuk menunjang pekerjaaan atau hanya sekedar mengekspresikan diri. Luna smartphone juga memiliki layar berukuran 5,5 inchi dan sudah menggunakan sistem operasi Android versi 6 (Marshmallow). Dapur pacu smartphone ini digawangi oleh quad-core 2.5GHz yang dipadukan dengan chipset Qualcomm® Snapdragon ™ 801. Untuk menunjang kinerja CPU-nya, Luna Smartphone juga menyematkan RAM 3 GB di dalamnya. Kapasitas RAM tersebut mampu memberi tenaga saat diajak menjalankan aplikasi-aplikasi berat. Dengan memori internal 64 GB saya yakin  cukup untuk semua koleksi foto atau data penting anda lainnya.  
Selain itu, Luna Smartphone juga dibekali kamera utama 13 MP, dilengkapi  Autofocus dan Dual-LED Flash. Dengan kamera tersebut, dipastikan smartphone ini sangat jago dalam hal fotografi. Sedangkan untuk merekam video, Luna Smartphone mampu menghasilkan rekaman video Full HD dengan resolusi 1080p@30fps. Bagi anda yang hobi selfie, Luna Smartphone sudah dibekali kamera depan 8 MP. Smartphone ini juga sudah mendukung jaringan 4G LTE. Sehingga mudah untuk kita untuk menjelajah dunia lewat Luna Smartphone.

#BeTheGravity #SmartphoneLUNA

Selasa, 18 April 2017

SUMBER : Koleksi Pribadi
Apa tindakan anda jika anak nggak nurut? Menasehati atau membentak atau mungkin memukulnya. Aduh jangan sampai ya...! Anak adalah penerus atau pewaris orangtua. Ada banyak angan dan cita terukir indah di hati orangtua untuk anak-anaknya. Namun sayang, sadar atau tidak kita sering berperilaku kasar padanya. Menyesal mungkin tapi jika anak sudah mulai membandel, semua penyesalan seakan dilupakan. Lalu membentak lagi mukul lagi... menyesal lagi. Ah... apa guna penyesalan jika dilakukan lagi.... dan lagi...

Lalu apa yang bisa anak anda perbuat? Mau protes... Pasti anda akan lebih marah dengan membentak –bentaknya lagi. Mau balas... Mungkin saja terlintas pada diri anak namun dia pasti berpikir tenaganya tak cukup melawan orang dewasa. Apa yang bisa anak anda lakukan? Apalagi kalau bukan menangis dan terus menangis. Menangis karena sakit hati atas yang dirasakannya bukan rasa sakit pada badannya. Lalu entah karena risih atau malu dengan tetangga, anda akan lebih melakukan kekasaran-kekasaran lain dengan harapan anak diam. Astagfirulllah... semoga hanya segelintir orangtua yang melakukan hal ini!


Tidak sedikit kekerasan pada anak malah terjadi di lingkungan terdekatnya. Lingkungan yang seharusnya memberikan kasih sayang padanya. Lingkungan yang seharusnya memberikan perlindungan dan rasa aman padanya. Tapi malah jadi momok paling menakutkan pada diri anak. Semoga kita sebagai orangtua dapat menghindarinya ya... Karena tahukah ayah bunda.. semua tindak kekerasan walaupun itu hanya sekedar membentak saja akan berdampak buruk untuk anak sekarang dan masa depannya nanti. Berikut beberapa dampak buruk akibat anak sering mendapatkan bentakan yang pasti membuat anda betul-betul menyesal:

1. Membentak Dapat Menyebabkan Kerusakan Otak Anak.

SUMBER : mamaezidan.blogspot
Dalam kepala anak terdapat lebih dari 10 triliun sel otak yang siap tumbuh. Satu kali anda membentak anak akan membunuh lebih dari 1 milyar otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membantu kecerdasan lebih dari 10 triliun saat itu juga. Padahal dalam sehari mungkin tidak cukup satu kali ya dalam membentak anak. Apalagi jika anak lagi banyak gaya kadang seharian kita habiskan untuk ngomel melulu. Tentang inilah... itulah...Seolah anak tak ada benarnya. Padahal kadang anak malah nggak nurut jika diomeli melulu. ya nggak? Sekarang Ada tinggal pilih. Mau pilih anak anda cerdas atau rusak saraf otaknya? Semua terserah anda. Karena anak tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya menerima dampaknya. 
Seperti yang dilansir dari myparenting2u.com bahwa Di dalam kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 triliun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian akan membunuh lebih dari 1 miliar sel otak saat itu juga.

2. Jika Sel Otak Mengalami Gangguan Maka Proses Berpikir Anak Akan Menjadi Terganggu

Gangguan tersebut diantaranya anak tidak bisa menerima informasi dengan baik, lelet sulit mengambil keputusan, tidak bisa membuat perencanaan dan akhirnya tidak percaya diri. Mengapa hal itu bisa terjadi? Ketika orangtua membentak anak akan merasa ketakutan. Munculnya rasa takut pada diri anak inilah produksi hormon kortisol di otak akan meningkat. hormon kortisol yang tinggi akan memutuskan sambungan-sambungan neoroun atau sel-sel otak pada anak kita. Sehingga sel-sel otak akan cepat mati dan mengakibatkan banyak hal bisa tersebut bisa terjadi termasuk gangguan-gangguan tersebut. Ini sangat buruk untuk masa depan anak. Bagaimana anak bisa sukses dalam hidupnya jika kepribadiannya sangat lemah. Padahal anak mampu membuat perencanaan, mampu mengambil keputusan dan percaya diri sangat dibutuhkan untuk awal kesuksesannya. Namun karena pola asuh anda tidak benar dengan sering membentaknya semua faktor itu mungkin tak akan anda jumpai ada pada dirinya. semoga kita bisa mengontrol diri...
Dokter ahli ilmu otak dari Neuroscience Indonesia Dr.Amir Zuhdi mengatakan banyak hal yang bisa terjadi jika sel-sel otak anak mengalami gangguan. diantaranya proses berpikir anak menjadi terganggu, sulit mengambil keputusan, anak tidak bisa menerima informasi dengan baik, tidak bisa membuat perencanaan, hingga akhirnya tidak memiliki kepercayaan diri
3. Tidak Hanya Otak Organ Penting Lain Pun Juga Ikut Terganggu

Ah.. tidak bisa dibayangkan satu kali saja membentak anak ada banyak organ penting anak akan mengalami gangguan. Padahal ketika kita sedang marah apa cukup membentak satu kali saja. Yang jelas puluhan kata keras, memojokkan dan merendahkann anak meluncur dengan sendirinya tanpa kita sadari. Semakin anak tertekan dan terguncang batinnya kerusakan akan lebih parah. Efeknya tidak hanya kejiwaannya yang terganggu tapi juga kesehatannya. Apa ini mau anda?
Seorang peneliti di sebuah Fakultas kedokteran Chicago bernama Lise Glio tmengungkapkan, “orang tua harus berhati-hati dalam memarahi anaknya,” Karena marah juga mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh. Tak hanya otak, tapi juga hati, jantung dan lainnya” 
4. Anak akan Mudah Tersingggung, Curiga, Daya Juang Lemah dan Pola Pikirnya negatif Lainnya
Mengapa demikian? Hal ini terjadi anak anda gagal tumbuh secara mental. Kegagalan itu terjadi karena anak mengalami tekanan batin akibat bentakan, makian atau hal-hal lain yang membuatnya tak nyaman dan sedih. hal  terjadi karena anda terlalu terburu-buru dala memberikan didikan pada anak. Membuatnya mengerti seolah anak anda sudah seusia kita. Sehingga jika anak tak kunjung menurut kita tak segan membentak atau bahkan merendahkannya. Mungkin anda tak melihat hal itu, karena biasanya anak seperti melupakan kejadian yang telah terjadi sebelumnya dan kemudian riang gembira kembali bersama teman. Tapi tahukah anda setiap kejadian yang dialami akan tetap membekas di hatinya sampai ia dewasa nanti. Sehingga dalam perjalanan hidupnya, anak akan menjadi pribadi mudah mudah tersingggung, curiga, pola pikirnya negatif, daya juang lemah dan cepat putus asa. Ah ini sangatlah tidak bagus untuk karir dan sosialnya, bukan? Jadi mulai sekarang hindari segala hal yang dapat membuatnya sedih dengan sering membentaknya atau kata kasar lainnya.
menurut Dr Hadi Hutomo, Pakar Kota Layak Anak mengatakan bahwa Dalam menyelesaikan setiap permasalahan kerap sekali anak dibentak supaya mau menurut dengan orang tua.Hal itu sangat berdampak negatif terhadap perkembangan anak. Dampak negatif tersebut diantaranya, anak menjadi mudah tersinggung, mudah curiga, pola pikir negatif, menyalahkan orang lain, cepat putus asa dan daya juang lemah. 
5. Saat Anak Dewasa Mereka akan Beresiko Mengalami Gangguan Kepribadian, dan Bunuh diri

Saat anak dewasa anak akan sering cemas, depresi, gangguan kepribadian, resiko bunuh diri dan aktivitasnya mirip dengan epilesi. Ngeri ya mendengarnya... padahal anak jantung hati kita dan seluruh harapan ada pada nya. Tapi jika dewasa anak mengalami banyak gangguan mental akibat kekerasan yang kita lakukan. Semua harapan mungkin hanya sekedar harapan. Karena bagaimana harapan anda terwujud jika dewasa nanti ia bahkan tak bisa menatap masa depannya sendiri. Hidupnya penuh dengan kecemasan yang berlebihan. Hal-hal sekecil apapun dicemaskannya kemudian membuatnya stress dan depresi berlebihan. Dan jika hal itu dibiarkan terjadi tidak menutup kemungkinan dia akan melakukan hal ekstrim seperti bunuh diri.   
Menurut Martin Teicher, seorang profesor psikiatri di Harvard Medical School bahwa Pada otak anak yang sering dibentak, saluran yang menghubungkan otak kanan dengan otak kiri menjadi lebih kecil. Hal inilah yang mempengaruhi area otak yang berhubungan dengan emosi dan perhatian. Perubahan ini pada saat anak dewasa akan menyebabkan kecemasan, depresi dan gangguan kepribadian, risiko bunuh diri dan aktivitas otak yang mirip dengan epilepsi.
6. Anak yang Sering Dibentak Resiko Menjadi Bipolar.
SUMBER: webconsultas.com
Bipolar adalah gangguan kejiwaan yang ditandai dengan suasana hati yang mudah berubah. Kadang semangatnya meletup-letup, tapi kadang juga hilang tak bersisa. Gangguan ini dapat dialami anak dengan persentase sekitar 2-3 %. Semoga anak kita tidak termasuk dalam ciri tersebut. Jika iya mungkin pola asuh kita yang salah ya... karena bipolar tidak hanya terjadi karena faktor genetika dan penyakit. Pola asuh yang mengedepankan kekerasan pun bisa memicu anak terkena bipolar. Kekerasan disini tidak hanya kekerasan fisik saja lho. Kekerasan verbal seperti membentak, merendahkan, atau kata-kata negatif lainnya bisa menyebabkan bipolar. Hal ini terjadi karena ketika anak mendapatkan perlakukan yang tidak menyenangkan akan menyebabkan anak stress. Dan jika anda enggan mengubah pola asuh anda yang salah dengan sedikit-sedikit membentak atau perilaku kasar lainnya secara berkepanjangan. Maka tidak menutup kemungkinan anak bisa mengidap bipolar.
menurut dr. Natalia Widiasih, SpKJ (K), selain faktor genetika dan penyakit, bipolar juga bisa disebabkan oleh pola asuh salah. Utamanya pola asuh yang mengedepankan kekerasan. Kekerasan di sini tidak hanya berupa kekerasan fisik seperti memukul, tapi juga kekerasan verbal 
7. Kejadian-Kejadian yang Dialami Seseorang Ketika Masih Anak-Anak Akan Menentukan Perilaku Orang Tersebut Terhadap Anak-Anaknya.

kejadian-kejadian yang dialami seseorang ketika masih anak-anak akan menentukan sikap atau perilaku orang tersebut terhadap pasangan dan anak-anaknya. Jadi jika anda menggunakan pola yang mengedepankan kekerasan pada anak anda, bisa jadi anak anda akan meniru pola asuh yang anda terapkan pada nya. Jika anda suka membentak, merendahkan anak bahkan memukulnya. Bisa jadi dewasa nanti anak akan membentak, merendahkan bahkan memukul anaknya. Karena kejadian yang dialami anak akan mengendap di alam bawah sadarnya dan secara sadar atau tidak sadar kejadian yang pernah ia alami akan banyak mempengaruhi sikap anak di masa depan. Bisa jadi mata rantai keburukan jika kita tidak berusaha memutuskannya
Pendiri Pusat Studi Komunikasi Bawah Sadar di Indonesia, bu Nunki mengungkapkan bahwa kejadian-kejadian yang dialami seseorang ketika masih anak-anak (usia 0 sampai dengan 10 tahun) akan menentukan sikap atau perilaku orang tersebut terhadap pasangan dan anak-anaknya
Demikianlah resiko yang bisa anak anda alami jika pola asuh salah masih anda terapkan. Jadi mulai sekarang mari sama-sama kita membenahi diri dengan terus dan terus belajar agar semaksimal mungkin mengasuh anak dengan baik tanpa kekerasan. Tanpa bentakan, makian, merendahkan apalagi memukul anak. Karena sungguh semua yang terlanjur kita lakukan dan kita katakan tidak bisa kita ulang kembali seperti berakting di senetron. Yang diulang-ualang sampai menghasilkan akting yang baik. Tapi ini dunia nyata, semua yang sudah terlanjur kita perbuat atau katakan pada anak tidak bisa dirubah dan bahkan akan membekas di sepanjang hidupnya. Maka dari itu berhati-hatilah dalam bertindak dan berkata. Semoga kita dapat menjadi orang tua yang baik!! 

Follower

Contact us

Nama

Email *

Pesan *